aku tau awanmu, runtuh
sebelum sempat ia menghitam, mendung
kini saat kau rindu, tanah pijak mu tak lagi basah
padahal, pernah kau abaikan rasa dingin itu
dulu.
itu manusia, sayang
tak sempurna bila gadingnya tak retak
aku tau rindu datang padamu
sepanjang malam, aku tau sayang
aku ingat sesal pun bertamu
sepanjang malam, aku pun tau
kini saat kau rindu, tanah pijak mu tak lagi basah
kini hening.
tak apa, sayang
ini bukan akhir, majulah, bertahanlah, kuatlah
tak apa, sayang
aku tau kau lelah, berpeluh, berjuang, teruskanlah
percayalah
yang disurga telah mengerti
biarkan lelapnya dalam bahagia, dan penuh bangga
padamu, awan kecilnya
untukmu, kasih sayangnya
saat suara ku tak terdengar, maka barisan kata mampu membuat ku terlihat
Entri Populer
-
mengapa tidak semua perasaan mampu terucap keluar padahal, ketika apa yang kita rasakan terucap, mungkin akan menambah ruang lega dalam diri...
-
aku tau awanmu, runtuh sebelum sempat ia menghitam, mendung kini saat kau rindu, tanah pijak mu tak lagi basah padahal, pernah kau abaik...
-
"aku memimpikan kisah cinta negeri dongeng.." "bah! itu lelucon, nak.. jangan kau masuk dalam impian sampah itu" ...
-
ego manusia, sekeras batu, setajam karang ego cinta, selembut angin, serapuh kelopak ego ku, untuk mencintaimu
-
cinta untuk aku cinta untuk dia dia dan malam saksi biru dan bisu cintaku rapuh, cintaku malam itu karena ragu terlalu menderu cinta un...
-
mencintai dengan segala kurangmu membuat perjuangan begitu berarti memilikimu karena cintaku membuat kehidupan begitu ku syukuri meningg...
Minggu, 25 Desember 2011
Jumat, 23 Desember 2011
"aku memimpikan kisah cinta negeri dongeng.."
"bah! itu lelucon, nak.. jangan kau masuk dalam impian sampah itu"
"tapi aku menginginkannya, sungguh. bukankah itu gunanya sebuah impian ?"
"kau ada dalam sebuah realita, bukan kemaayaan belaka, bangun!"
"......"
imajinasi
mimpi yang terbentur realita, ego manusia
"bah! itu lelucon, nak.. jangan kau masuk dalam impian sampah itu"
"tapi aku menginginkannya, sungguh. bukankah itu gunanya sebuah impian ?"
"kau ada dalam sebuah realita, bukan kemaayaan belaka, bangun!"
"......"
imajinasi
mimpi yang terbentur realita, ego manusia
mengapa tidak semua perasaan mampu terucap keluar
padahal, ketika apa yang kita rasakan terucap, mungkin akan menambah ruang lega dalam diri
terlalu sulit kah mengutarakan apa yang ingin kita ucapkan ?
atau tidak ada keberanian dalam mengambil tindakan itu
suara, nada, emosi
tiga kata yang memiliki banyak arti, menimbulkan banyak respon, mati
tidak ada satupun yang bisa dirangkai
tidak ada satupun yang mampu disampaikan
mati, kata-kata itu telah mati sebelum ia bisa keluar dan terdengar
Langganan:
Komentar (Atom)