Entri Populer

Senin, 07 Maret 2011

hitam dan putih

manusia memiliki dua ego yang saling bersebrangan, berbeda.
baik dan buruk, namun seiring waktu sepertinya ego itu akan terus berkembang melahirkan banyak ego lainnya.
kebaikan, sebuah ego yang sering kali menjadi tolak ukur antar manusia kadang menipu.
Keburukan, alat pengukur kejahatan yang juga tidak saja lantas menjadi sebuah acuan manusia untuk menghakimi manusia lainnya dengan tuduhan tanpa dasar, tanpa moral, dan tanpa arti.
kebaikan dan keburukan adalah sebuah asumsi yang membuat seorang manusia memberikan persepsi mereka terhadap ciptaan sang Kuasa.
relatif, karena semua tidak akan sama, semua tidak akan pasti dalam menilai suatu hal, sehingga manusia sering kali dibuat bingung oleh pemikiran mereka sendiri.
kebaikan yang sempurna adalah sebuah sanksi untuk tetap dijadikan predikat yang pantas untuk seseorang memang mungkin "terlihat" baik, dan begitu sebaliknya terhadap keburukan, karena tidak semua manusia memang "hitam".
 "hati manusia adalah sebuah kotak pandora dalam kehidupan manusia." 

09.42 wib                                       Purwakarta, 22 Januari 2011

ego

ego manusia,
sekeras batu, setajam karang
ego cinta,
selembut angin, serapuh kelopak
ego ku,
untuk mencintaimu

saat ini

mencintai dengan segala kurangmu
membuat perjuangan begitu berarti
memilikimu karena cintaku
membuat kehidupan begitu ku syukuri
meninggalkan setiap jejak lalu
mencoba menapaki sebuah kehidupan baru

11.52 wib                                              Purwakarta, 18 januari 2011

Pagi di Wanayasa

Pagi Wanayasa,
selimut angin berlari dengan menggenggam dingin hujan
ribuan titik air, ratusan gumpalan embun bahasa pagi
dan,
jutaan rasa rindu
mengetuk, menyapa, meninggalkan

08.00 wib                                     Purwakarta, 17 Januari 2011

matinya sang rindu

serapuh mawar, setajam duri
kerinduan yang berdiri sendiri tanpa sangga
rapuh,
jatuh ke tanah
dilihat sang bulan, ditangisi oleh sang bintang
pagi ini,
sekali lagi tak bernyawa

07.59 wib                                                    Purwakarta, 17 januari 2011