Pagi Wanayasa,
selimut angin berlari dengan menggenggam dingin hujan
ribuan titik air, ratusan gumpalan embun bahasa pagi
dan,
jutaan rasa rindu
mengetuk, menyapa, meninggalkan
08.00 wib Purwakarta, 17 Januari 2011
saat suara ku tak terdengar, maka barisan kata mampu membuat ku terlihat
Entri Populer
-
mengapa tidak semua perasaan mampu terucap keluar padahal, ketika apa yang kita rasakan terucap, mungkin akan menambah ruang lega dalam diri...
-
aku tau awanmu, runtuh sebelum sempat ia menghitam, mendung kini saat kau rindu, tanah pijak mu tak lagi basah padahal, pernah kau abaik...
-
"aku memimpikan kisah cinta negeri dongeng.." "bah! itu lelucon, nak.. jangan kau masuk dalam impian sampah itu" ...
-
ego manusia, sekeras batu, setajam karang ego cinta, selembut angin, serapuh kelopak ego ku, untuk mencintaimu
-
cinta untuk aku cinta untuk dia dia dan malam saksi biru dan bisu cintaku rapuh, cintaku malam itu karena ragu terlalu menderu cinta un...
-
mencintai dengan segala kurangmu membuat perjuangan begitu berarti memilikimu karena cintaku membuat kehidupan begitu ku syukuri meningg...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar